Kamis, 15 September 2011

and maybe it isn't true

waktu smp saya sering sekali merasa sedih tiba-tiba. kalau lagi sendirian di kamar, kamar mandi, pokoknya kalau lagi sendirian di mana saja pasti mulai. kadang air matanya jatuh sendiri, kadang rasanya pengen teriak, rasanya tidak enak. seperti ada sesuatu yang sangat menyedihkan baru saja terjadi, padahal pada kenyataannya tidak. hidup bahagia-bahagia saja.

setelah duduk di sma saya tidak lagi mengoleksi komik. saya tidak pernah melompati makan siang untuk menyimpan uang untuk komik. sekarang komik bisa dibaca gratis, malah lebih lengkap dari yang ada di toko yang selalu telat kalau ngeluarin komik. hidup lebih bahagia setelah sma. saya tidak pernah merasa depresi seperti dulu, karena saya tidak pernah melupakan makan siang, atau makan malam. paling kadang makan pagi karena harus buru-buru sekolah dan tidak sempat masak.

menurut saya, makan adalah cara ampuh dalam menghilangkan stres. terutama kalau makan nasi, roti dan cokelat, efeknya menyaingi morfin, membuat saya selalu bahagia dan menghalangi pikiran-pikiran negatif dan rasa depresi. jadi saya makan sangat banyak di sma. saya tidak mengambil pusing dengan berat badan saya, asal masih diambang batas normal saya tidak ada keinginan untuk menurunkannya, mempertahankannya dan menikmati hidup jauh lebih berharga.

saya pikir hidup saya bahagia. walau ketika saya putus asa dengan kehidupan cinta saya yang mengecewakan, saya jarang memikirkannya. saya mencoba untuk tidak sakit hati ketika saya diangkat ke bulan dan dilempar lagi ke bumi. dan saya pikir itu berhasil. hidup saya bahagia, dengan cukup karbohidrat dan ribuan pasokan glukosa.

sampai tadi saya mengeluarkan air mata. dan sekarang mengeluarkannya lagi.

well, maybe it isn't true. i'm not happy, and even food can't bring it back.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar