Sabtu, 10 September 2011

sebuah dialog untuk cinta


Halo cinta, ini aku lagi.
Kasihku tenggelam bersama karang.
Lalu tangisku menggulung mereka di dalam ombak.
Hari ini kita tidak dapat bertemu.
Hari ini hujan.

Halo cinta, ini kekasihmu memanggil.
Warna pipiku ranum kembali.
Menatap air mata dan senyuman.
Menatap masa lalu dan masa depan.
Aku melukisnya pagi ini.

Halo cinta ini ciuman terakhir kita.
Aku tidak menatap kami lagi.
Karena kami berdua menggenggam cawan bersama.
Lalu bahu kami tidak bersenggolan.

Cinta aku menangis menulis surat ini.
Karena ia memilih berdiri sejajar ksatria.
Yang menggenggam pedang di tangan kanannya.
Cinta benarkah kami tidak bisa bersama?

Nurul Eka Putri
Minggu, 23-01-2011

2 komentar: