Jumat, 02 September 2011

you broke my heart and it's okay :)

dia adalah laki-laki yang baik. kalau saya disuruh memilih calon suami dari laki-laki yang telah saya kenal, saya akan memilih dia (untuk sekarang, kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan). kalau ditanya apa saya mencintai dia, saya akan jawab cinta itu perasaan yang rapuh. saya tidak mencintai dia, saya tidak berdebar ketika di dekatnya, saya tidak memikirkannya sepanjang waktu, saya tidak memimpikannya di dalam tidur, saya tidak menyebut atau menulis namanya tanpa sadar. saya tidak sedang mencintainya. saya pikir perasaan saya jauh lebih kuat dari sekedar cinta, jauh lebih tua dan sudah bijaksana.

tapi ya, saya merasa nyaman di dekat dia. saya senang kalau dia bersikap ramah dengan saya. mungkin karena dulu kami pernah menjalin hubungan cukup lama? mungkin iya.

setiap saya pacaran dengan orang lain saya selalu saja tanpa sengaja membanding-bandingkan mereka dengan dia. ironinya dua kali putus dengan dia, dua-duanya saya yang mutusin. alasannya selalu dalam masalah yang sama ; saya dan dia adalah dua orang yang enggan mengambil langkah awal. jadi seringkali kami malah tidak pernah komunikasi, membuat saya uring-uringan, pesimis, berpikiran negatif dan akhirnya depresi berkepanjangan yang membuat saya memutuskan untuk mengakhiri hubungan kami yang akhirnya nanti setelah putus dan saya pacaran dengan orang lain akan saya sesali.

saya ingat lirik lagu yuna, deeper conversation.. mungkin seharusnya kami kayak gitu? seharusnya saya dan dia bicara bukan saling menunggu untuk mengambil langkah awal. seharusnya saya tidak mengikuti insting wanita sebagai makhluk yang angkuh. seharusnya kami bicara, seharusnya kami saling mengenal lebih dalam. tapi nasi sudah basi, rasanya sudah beda dan tidak bisa dimakan lagi.

dan ketika dia menyukai gadis lain, saya sedih, tapi saya juga senang. karena selama ini saya tidak bisa menghargai dia sebagai laki-laki yang baik dan laki-laki yang seharusnya saya pertahankan, saya malah jatuh dalam pikiran negatif saya dan akhirnya memutuskan apapun yang telah ada dalam hubungan kami. saya senang, akhirnya mungkin dia bisa menemukan orang yang menyayanginya dan dia sayangi.

juga untuk kamu, siapapun itu yang sangat beruntung mendapatkan hatinya, saya punya sebuah pesan buat kamu ; keep it, treasure it and never doubt it. or you'll regret ever leave one of the kindest man you'll ever meet in life

4 komentar: