Minggu, 30 September 2012

Seorang Manusia dan Lebih

Kata Siwy : "seseorang yang berada pada suatu kelompok akan menjadi kelompok itu"

Saya tidak tahu darimana Siwy mengutip kata-kata itu, tapi kata-kata itu adalah hal paling realistik yang pernah saya dengar. Saya sendiri, adalah seseorang itu. Saya berubah menjadi suatu kelompok ketika saya berada di kelompok itu. Hanya waktunya saja yang berbeda, ada yang langsung bisa merubah warnanya seperti bunglon, ada yang harus menunggu lama untuk beradaptasi seperti merpati yang kian lama hanya dapat mengeruk daratan seperti ayam.

Saya tidak bisa menilai bagaimana saya berubah, secepat apa dan perubahan apa yang terjadi pada diri saya. Apa saya menjadi lebih baik? menjadi lebih busuk?

Saya, dari dulu sampai sekarang, suka sekali mempelajari karakter manusia. Baik mengaitkannya dengan astrologi, elemen, shio sampai golongan darah. Saya suka memberikan batasan kepada orang-orang, menyangkari mereka dalam argumen sepihak saya dan memberikan label ke setiap kotak-kotak manusia di dalam otak saya.

Saya rasa, saya salah. Manusia tidak bisa diberikan batasan dan label. Manusia berubah. Seperti bunglon dan merpati. Mereka tidak statis, mereka dinamis.

Mereka melakukannya untuk bertahan hidup di lingkungan mereka, agar mereka dapat hidup dalam suatu golongan. Ada yang berubah seperti merpati kota, tanpa sadar terus mengeruk tanah, mencari makanan sampai lupa tentang sayap mereka. Mereka berubah untuk mengelabui semua orang. Mereka berubah agar tidak diserang. Ada banyak alasan mengapa manusia berubah.

Maka kelompok adalah lingkungan, dan seseorang adalah adaptor, mereka tidak akan pernah berhenti berubah. Mereka akan terus berubah. Sampai suatu saat Tuhan mengambilnya dari lingkungan, maka (mungkin) ia akan kembali menjadi dirinya.

Pertanyaannya ; sebelum masuk ke dalam lingkungan, kita ini apa? siapa? bagaimana? Tanpa ada kelompok, seseorang itu seperti apa? Sebelum terjadi perubahan, diri kita yang sebenarnya itu bagaimana? Ada dimana?

Sekelompok manusia itu dewa. Seorang manusia itu kosong, hampa, tidak ada apa-apanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar