Selasa, 23 April 2013

Aku lelah. Aku ingin teriak dan tertawa kencang. Aku ingin bernafas. Aku ingin melompat. Aku ingin rumah.

Jumat, 19 April 2013

Berpisahlah Sambil Tertawa

Berpisahlah sambil tertawa.

-

Dengan penuh kebahagiaan dan canda, seperti hari-hari biasanya. Seperti jam-jam pelajaran kosong  yang kita lalui bersama. Anggap saja pentas itu adalah sudut kelas, dimana kita meyanyikan lagu-lagu ceria. Anggap saja guru-guru yang duduk di depanmu ada di depan kelas, menunggu kita menyelesaikan soal atau tugas yang diberikannya, lalu suatu saat akan memeriksanya dan dengan bangga mengatakan bahwa 'kau bisa'. Anggap saja kita akan menghadapi liburan panjang, dengan ribuan pekerjaan rumah yang harus dikerjakan.

-

Air mata kita iringi saja dengan tertawa. Dengan guyonan tidak lucu yang bersikeras kita tertawakan di depan kelas. Dengan cerita-cerita seru yang kita gosipkan saat bosan di tengah pelajaran. Dengan senyum yang sangat lebar saat kita berpapasan di koridor sekolah.

-

Ingat saja janji-janji kita, untuk berkumpul kembali suatu hari nanti dan memamerkan pekerjaan rumah dari libur panjang masa SMA yang telah kita kerjakan. Ingat saja bahwa ini adalah awal dari petualangan yang panjang. Solo karir kita. Bersama do'a-do'a dariku dan kawan-kawan lainnya.

-

Ya, anggap saja seperti itu. Walau kau ingin meraung dan kembali ke masa-masa itu. Walau ada sedikit kesedihan yang tidak terselamatkan. Berpisahlah sambil tertawa, dengan ceria, dengan bahagia, dengan sedikit saja air mata.

Karena aku memang mencintaimu.

Hahahahahaha. Aku sangat mencintaimu.








Sabtu, 06 April 2013

Aku Ingin...

Aku ingin jadi suara yang tak akan pernah dilupakan.

Seperti suara letusan gunung merapi yang akan selalu dikenang orang-orang yang mendengarnya, atau seperti suara ombak berdesir yang sulit dilupakan para pujangga. Aku ingin jadi suara-suara yang akan diingat setelahnya, seperti suara teriakan seorang Ibu yang memarahi anaknya atas cinta, atau suara adzan yang berkumandang gagah.

Aku ingin jadi angin yang berhembus di sore hari.

Setelah terik matahari di siang hari, menghapus gerah, menemani matahari yang bersinar malu-malu. Aku ingin jadi angin yang menghembus kerangka layangan yang tersangkut di antara kabel-kabel listrik di depan rumahku, angin yang meniup tanaman-tanaman hias di depan rumah ibu-ibu yang rajin berkebun.

Aku ingin jadi semut yang tidak akan pernah lelah mencoba menjelajahi dunia.

Terus, terus tanpa lelah bergerak kesana kemari. Tanpa bosan berjalan-jalan mencari makanan. Memutar jalan saat menemui kesulitan dan tidak akan kembali hingga membawa sesuatu di pundaknya yang kecil. Aku ingin jadi semut yang menyapa satu sama lain ketika bertemu, yang membawa kawannya yang kakinya patah ke dalam sarang.

Aku ingin jadi sebatang lilin dilaci dapur rumahku.

Lilin putih yang akan dihidupkan dalam kegelapan yang menyesakkan, saat matahari tidak dalam masa jaganya dan lampu yang biasanya menggantikan mati. Aku ingin jadi lilin yang menghabiskan hidupnya sedikit demi sedikit menyinari orang-orang disekitarku, yang cahayanya tidak terlalu terang, yang terasa semakin dibutuhkan saat cahayanya hilang.

Aku ingin jadi seekor salmon sungai betina yang mengorbankan dirinya hanya untuk membuat sarang dan menaruh telur-telurnya di sana.

Aku ingin jadi seekor buaya yang hanya kawin kepada satu buaya saja.

Aku ingin jadi seekor singa betina yang berburu untuk anak-anaknya.

Aku ingin jadi sebatang pohon yang menyaksikan dunia dengan bijaksana.

Aku ingin jadi dedaunan yang warnanya hijau, agar tumbuhan di bawahnya mendapatkan sinar matahari juga.

Aku ingin jadi atap rumah yang melindungi orang-orang di dalamnya.

Aku ingin jadi awan yang berkelana jauh hingga menghilang menjadi hujan.

Aku ingin jadi seseorang yang mencintai banyak hal. Aku ingin jadi banyak hal. Aku ingin menggapai semuanya dan menjadi manusia yang bahagia, tidak sempurna dirinya, tapi kehidupannya dengan segala ketidaksempurnaannya.

Amin.

Kamis, 04 April 2013

Aku percaya Tuhan itu Maha Melihat, tapi aku tidak percaya Tuhan memiliki bentuk mata yang sama seperti manusia.