Jumat, 19 April 2013

Berpisahlah Sambil Tertawa

Berpisahlah sambil tertawa.

-

Dengan penuh kebahagiaan dan canda, seperti hari-hari biasanya. Seperti jam-jam pelajaran kosong  yang kita lalui bersama. Anggap saja pentas itu adalah sudut kelas, dimana kita meyanyikan lagu-lagu ceria. Anggap saja guru-guru yang duduk di depanmu ada di depan kelas, menunggu kita menyelesaikan soal atau tugas yang diberikannya, lalu suatu saat akan memeriksanya dan dengan bangga mengatakan bahwa 'kau bisa'. Anggap saja kita akan menghadapi liburan panjang, dengan ribuan pekerjaan rumah yang harus dikerjakan.

-

Air mata kita iringi saja dengan tertawa. Dengan guyonan tidak lucu yang bersikeras kita tertawakan di depan kelas. Dengan cerita-cerita seru yang kita gosipkan saat bosan di tengah pelajaran. Dengan senyum yang sangat lebar saat kita berpapasan di koridor sekolah.

-

Ingat saja janji-janji kita, untuk berkumpul kembali suatu hari nanti dan memamerkan pekerjaan rumah dari libur panjang masa SMA yang telah kita kerjakan. Ingat saja bahwa ini adalah awal dari petualangan yang panjang. Solo karir kita. Bersama do'a-do'a dariku dan kawan-kawan lainnya.

-

Ya, anggap saja seperti itu. Walau kau ingin meraung dan kembali ke masa-masa itu. Walau ada sedikit kesedihan yang tidak terselamatkan. Berpisahlah sambil tertawa, dengan ceria, dengan bahagia, dengan sedikit saja air mata.

Karena aku memang mencintaimu.

Hahahahahaha. Aku sangat mencintaimu.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar