Sabtu, 01 Juni 2013

kita sama-sama tidak mengerti apa-apa

Mengerti apa kau tentang cinta?

Kau merengek saja kerjanya. Mengumbar keluh kasih ke seluruh dunia. Mengumbar kesepian akan cinta ke seluruh orang yang ada. Kerjamu hanya mengumbar saja. Kata-kata cinta terucap seperti kau tahu rasanya saja. Kau menyadari keberadaannya saja tidak bisa.

Mengerti apa kau tentang wanita?

Kau hanya berfantasi kotor saja. Kau anggap mereka itu hanya yang cantik-cantik saja, yang bagus-bagus saja, yang bisa kau pandangi saja, yang bisa kau pegang-pegang saja. Kau anggap wanita itu yang bisa kau jadikan kekasih saja.

Mengerti apa kau tentang dunia?

Kau makan saja pakai uang orang lain. Pakaian yang gedongan bukan main kau pamerkan itu tidak kau beli dengan keringatmu. Mobil dan motor yang harganya 6 digit kau pakai berkeliling itu saja masih dibelikan. Rumah yang kau gunakan untuk bersembunyi dari dunia ini juga tidak dituliskan atas namamu.

Tahu apa kau?

Kau tidak tahu apa-apa.

Tidak tentang cinta, yang bergelinang sangking penuhnya ketika kau keluar dari dunia oleh sepasang manusia, yang memberimu nama dengan arti yang luar biasa gagahnya, yang merayakan ulang tahunmu setiap tahun, yang menuntunmu hingga kau berjalan dengan kedua kakimu sendiri, hingga kau lari jauh dari mereka dan tidak pernah menatap ke belakang. Namun, cinta mereka tidak pernah berkurang, sekarang sudah tumpah ruah, jatuh menyucur, terus mengalir dan tidak berhenti. Sambil melihat punggungmu yang semakin menjauh itu.

Tidak tentang wanita, yang hanya bukan yang muda saja. Bahwa ibu, bibi, nenek, adik atau kakakmu juga adalah wanita. Yang seharusnya kau jaga perasaannya seperti kekasih-kekasihmu juga. Yang seharusnya kau temani berjalan-jalan seperti wanita-wanitamu juga. Yang seharusnya kau ucapkan selamat tidur setiap malam seperti mereka yang cinta.

Tidak tentang dunia, yang sangking kejamnya bisa membunuhmu dalam kedipan detik saja. Bahwa kau, dan semua urusanmu dan permasalahanmu yang kau anggap penting, hanya seutil debu di dunia. Bahwa di luar sana, orang-orang direnggut darah dagingnya, diperkosa, tinggal tengkorak saja, dan dipatoki oleh burung pemakan bangkai. Kau bukan apa-apa, bukan siapa-siapa, kecuali bagi mereka yang mecintaimu dengan buta.

Terima saja, kau tidak mengerti apa-apa, seperti aku juga.

1 komentar: