Minggu, 09 Juni 2013

Sang Katak yang Bahagia

Seekor katak melompat gembira di atas teratai-teratai yang sedang berbunga. Ia memutar tubuhnya sesekali sambil mendendangkan irama yang sama ceria dengan senyumnya. Seekor lalat tersangkut di sebuah jaring laba-laba di ranting dekat teratai sang katak berada, lalat itu diam tak berdaya menunggu ajalnya.

Sang katak yang sedang bahagia melompat tinggi ke atas ranting dan melepaskan lalat itu, 'tidak ada yang boleh bersedih di hari yang bahagia!' Sang lalat menatap punggung katak yang berlalu, katak itu terus melompat di antara teratai yang indah.

Di tempat lain seekor ular tersangkut di pagar tajam yang terbuat dari kawat, sang katak yang sedang bahagia segera menghampirinya. Sang ular yang mengira akan diejek dan dipermalukan oleh sang katak mendesis. Namun, sang katak yang bahagia tidak takut apapun, lalu pergi ke balakang sang ular dan menarik  ekornya pelan-pelan. Sang ular mulai bisa bernafas dan berbalik ingin berterimakasih, namun sang katak telah pergi dengan riangnya.

Di bawah pohon yang rindang, seekor anak burung jatuh dari sarangnya. Sang katak yang bahagia menemukan anak burung yang malang itu lalu menggendongnya. Ia memanjat pohon itu dengan susah payah, meloncat dari ranting ke ranting. Ketika sampai di ranting tempat sarang si anak burung berada, ia berhenti dan meletakkan anak burung itu disitu, 'tidak ada yang boleh bersedih ketika aku bahagia!' Lalu ia menuruni pohon itu dan melompat lagi entah kemana.

Di tengah sebuah taman, sebatang bunga hidup sendirian. Warna bunga itu sangat muram dan ia tidak tersenyum seperti biasanya, daun-daunnya kering dan batangnya tidak segagah biasanya. Sang katak yang bahagia cepat-cepat melompat menuju sungai dan mengambil air sebanyak-banyaknya melalui mulutnya dan membawanya ke taman itu. Ia menyirami sang bunga dengan hati-hati, sang bunga perlahan berdiri agak tegak dan bernafas lega. Sang katak yang bahagia melompat menjauh lagi.

Saat senja tiba, sang katak menatap langit yang warnanya oranye dengan wajah bangga. Lalat yang ia selamatkan tadi menghampirinya dengan takut-takut lalu hinggap di daun dekat sang katak. Sang katak yang bahagia tersenyum kepada lalat dan menunjuk langit.

'Mengapa kau bahagia sekali hari ini katak?' Tanya lalat penasaran. Sang katak tidak menjawab dan terus menatap langit, lalat mengira sang katak tidak mendengarnya, jadi ia diam saja. Setelah langit menjadi gelap ia menatap lalat dan berkata, 'karena kita menjadi baik ketika kita bahagia'. Sang katak melompat gembira, 

'jadi aku membahagiakan diriku!'

Tidak ada komentar:

Posting Komentar